Begini Tips Aman Saat Berhubungan Intim Meski Osteoporosis

Berbagai masalah kesehatan sering kali menjadi penghalang saat ingin melakukan aktivitas seksual bersama pasangan, salah satunya bagi mereka yang menderita keluhan osteoporosis. Menderita penyakit osteoporosis sering kali membuat penderitanya harus berhati-hati saat melakukan hubungan seksual.

Cara Aman Berhubungan Intim Bagi Penderita Osteoporosis

Osteoporosis merupakan salah satu penyakit tulang yang diakibatkan adanya kepadatan dan kualitas tulang yang semakin berkurang. Kondisi ini sering disebut juga dengan istilah tulang keropos. Osteoporosis lebih banyak dialami wanita daripada pria. Namun, bukan berarti pria tidak memiliki risiko terkena osteoporosis. Bagi mereka yang mengalami penyakit ini, memiliki tulang yang rapuh sehingga rentan terhadap risiko patah tulang. Oleh sebab itu, bagi penderita osteoporosis harus berhati-hati dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari, termasuk dalam aktivitas seksual. Untuk mengurangi risiko yang dapat memperparah penyakit, simak cara berhubungan intim yang aman seperti berikut:

  1. Memilih Posisi yang Tepat Saat Melakukan Hubungan Seksual

Kebutuhan seksual dapat dipenuhi oleh siapa saja dengan pasangannya. Seks dapat meningkatkan kesehatan, menghilangkan stress, meningkatkan hormon bahagia, serta memperbaiki pola tidur. Penderita osteoporosis pun berhak merasakan kenyaman dalam melakukan hubungan seksual seperti pasangan pada umumnya.

Lalu posisi seperti apakah yang cocok bagi penderita osteoporosis?

Jika Anda memiliki penyakit osteoporosis, Anda bisa mencoba posisi di mana wanita berada di atas tubuh pria saat melakukan hubungan seksual. Dalam hal ini wanitalah yang akan berperan untuk mengendalikan posisi yang nyaman saat berhubungan seksual. Wanita yang mengalami osteoporosis tidak dianjurkan berada di bawah pria. Karena posisi tersebut dapat membuat wanita mendapatkan tekanan pada bagian pinggul dari pria yang bisa memperburuk penyakitnya. Namun, apabila pria yang menderita penyakit osteoporosis, maka hindari posisi pria berada di bawah wanita.

  1. Pilih Posisi yang Nyaman

Apabila Anda dan pasangan tidak menginginkan posisi seperti pada point pertama. Anda dapat memilih posisi seks yang lain senyaman mungkin. Yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat tekanan besar kepada pasangan yang menderita osteoporosis. Hal ini untuk menghindari risiko patah tulang penderita. Anda bisa mencoba beberapa posisi yang hanya memberikan sedikit tekanan, seperti posisi berhadapan atau spooning (berbaring memunggungi pasangan).

  1. Gunakan Bantal sebagai Penyangga

Anda juga bisa menggunakan bantal sebagai penyangga saat melakukan hubungan seksual bersama pasangan. Hal ini bisa membantu meminimalkan terjadinya tekanan dan beban oleh pasangan saat berbaring. Selain itu, sebelum melakukan hubungan seksual, pastikan mengomunikasikan kondisi fisik bersama pasangan, sehingga bisa menentukan waktu dan cara yang tepat. Beri tahu pula pasangan Anda apabila selama Anda melakukan hubungan seksual, Anda mengalami tekanan atau posisi yang kurang nyaman dan membutuhkan tambahan penyangga seperti bantal atau guling.

Anda bisa menggunakan benda-benda tersebut untuk menyangga punggung bawah atau bagian pinggul. Jika bantal dan guling terlalu tinggi sebagai penyangga, Anda juga bisa menggunakan handuk yang telah digulung, lalu gunakan sebagai penyangga agar lebih rendah. Ada baiknya jangan melakukan hubungan seksual dengan posisi menekuk dari pinggang atau memutar. Jaga supaya posisi Anda tetap lurus untuk menghindari tekanan di tulang belakang. Apabila Anda merasakan sakit yang berlebihan, segera hentikan aktivitas seksual Anda.

Itulah diatas beberapa cara aman yang dapat Anda lakukan jika Anda memiliki penyakit osteoporosis saat berhubungan seksual dengan pasangan. Pastikan membicarakan dan mempertimbangkannya terlebih dahulu bersama pasangan sebelum melakukan hal tersebut.

Situs web ini menggunakan cookie.